Masak mobil ekonomis dihargai selangit, sadisss. Seolah tak rela dapat untung tipis.
Ambisi mengejar profit berlapis. Padahal beresiko membuat perusahaan kembang kempis. Lama kelamaan konsumen loyal habis.
Janganlah terlalu berharap pada loyalis, toh lama kelamaan orang akan realistis, kalau tak mau dibilang skeptis.
Sekarang konsumen makin kritis. Jangan overprice Kalau mau laris manis.
Kalau perlu buat produk bombastis, dengan harga minimalis. Bukan sebaliknya, Produk minimalis kok harganya FANTASTIS.
Strategi Yang Sangat Bertolak Belakang Dengan Divisi Roda Duanya.
iya sadisssss,, bikin mirisss,, cuman bisa meringisss....
ReplyDeletemirip puisi.
ReplyDeletebetul namanya mobil murah ya harus murah. kalau dihargai mahal mungkin honda mau tau seberapa banyak konsumen tidak realistis yang penting merek terkenal.
mobnas kita malah enggak ada kabarnya
ReplyDeletehttp://yudhadepp.blogspot.com/2012/09/pembagian-oli-gratis-jangan-siakan.html
Modelnya sih Kinyis-Kinyis, Tapi harganya bikin Nangis. :mrgreen:
ReplyDeleteJangka panjangnya ga akan baik buat perusahaan.
ReplyDeleteLayu sebelum berkembang.apalagi dengan kehadiran Agya-Ayla
ReplyDelete