Thursday, 24 January 2013 Posted by agus maksum 5 comments » Posted in , , , ,

Segmen Sport Vs Matic Entry Level; Mana Lebih Basah?



Sport entry level atau low cost alias ‘murah’ sejatinya telah lama ada di India, penjualannya pun bak kacang goreng. Di Indonesia sekalipun telah lama ada lewat Suzuki,  Bajaj dan TVS tapi penjualannya masih tergolong kurang memuaskan. Dengan membawa nama besar Honda, Verza 150 beberapa waktu lalu hadir.

Fitur alakadarnya, desain mundur ke beberapa tahun silam demi menghemat budget membuat petinggi Yamaha mengeluarkan statement kalau segmen ini tidak menjanjikan.  Tidak mengada-ada memang, mengingat selera Rakyat indonesia yang tidak mau ‘alakadarnya’ dan maunya serba sempurna. :D.  sementara bagaimana mungkin bisa membenamkan fitur canggih atau desain kekinian jika ongkos yang dipatok sangat terbatas?



Kasus kesuksesan low cost sport bike di India tidak bisa disamakan dengan di Indonesia, di sana motor komuter (baca definisi komuterbike di India) ya motor batangan, bukan Itik apalagi bebek seperti di sini. So, hampir tiap orang, penduduk India yang kaya ataupun yang kismin buutuh motor batangan. Kalau yang berduit bisa beli sport mid-end sampai premium, untuk yang ekonominya pas-pasan dan butuh kendaraan Cuma sebagai alat transportasi dan niaga – jumlahnya bahkan  mayoritas ­–  bisa beli Sport berharga miring.

Di Indonesia beda cerita, segmen sport saja hingga kini Cuma berkontribusi sekitar 10% dari total penjualan roda dua. Peminatnya pun didominasi oleh Bike Enthusias yang biasanya sudah memiliki motor matic atau cub sebagai kendaraan komuter. Kalaupun ada yang menjadikan motor batangan sebagai kendaraan komuter atau niaga jumlahnya juga tidak signifikan, kendaraan niaga di Indonesia justru di dominasi oleh motor bebek karena kemudahannya. Cmiiw

Motor Matic sebagai Komuter Bike

Jika berbicara komuter bike di Indonesia, saat ini tengah terjadi pergeseran dari segmen Cub menuju era Motor Matic. Kelas ini menjadi penyumbang terbesar penjualan sepeda motor beberapa tahun terakhir. Fungsinya pun telah menggeser motor bebek, sebagai kendaraan komuter, terutama di perkotaan. nyaris tiap rumah saat ini memiliki sepeda motor tak bergigi ini.


Dengan melihat kedua kasus tersebut (India & Indonesia), sepertinya yang lebih cocok untuk dibuat segmen entry  level nya di Indonesia bukanlah motor sport, tetapi Motor matic. Apakah sport murah tidak laku? Pasti laku lah, Cuma tidak se’basah’ segmen matic pastinya, apalagi yang jual Honda. :D

5 comments:

Yudha Depp Says:

ini saingan verza selanjutnya····
http://yudhadepp.blogspot.com/2013/01/pesaing-honda-verza-ternyata.html?m=1

agus maksum Says:

Tapi mesinya cungkring amat. :D

orong-orong Says:

basah basahan

Hendra Tec Says:

Inti dari berkendara adalah kenyamanan bagaimana yang kita cari yg aman mudah terpercaya yah memang smua sepeda motor itu banyak tapi yg harus kita pikirkan daya jual spearpart yg mudah di jangkau

ja'i Says:

Ya tetap honda motor matic

Post a Comment

Meski tanpa moderasi berkomentar dengan bijak ya, tulisanmu cermin kepribadianmu! Ok.